Jauh-jauh hari sudah diniati untuk pulang kampung, namun nasib bercerita lain. Entah kenapa setiap yang diharapkan akhir-akhir ini selalu berujung dengan kegagalan. Sebenarnya malas untuk menceritakan takut dianggap mendramatisir kehidupan si anak kampret itu sendiri.
Sebelumnya sudah berkoar-koar di status fesbuk kalo si anak kampret hendak pulang, hingga hari H yang ditunggu-tunggu justru berbicara lain. maaf teman-teman baik yang berada di kampung halaman maupun yang masih di sini (yang mengharapkan oleh-oleh setibanya di kota antah-berantah), ternyata si anak kampret itu tidak jadi pulang kampung. Ternyata ada faktor X yang membuatnya menunda kepulangan beliau kali ini.
kronologinya:
Hari Jum’at, si anak kampret ke bekasi di bilangan kemang pratama untuk menemui dosen penguji untuk revisi. Ba’da sholat jumat dan setelah makan siang, segala urusan selesai. Sudah tidak ada urusan lagi dengan segala administrasi dan urusan2 lainnya. Tiba-tiba ada pesan singkat dari ibu yang berada di kampung halaman dengan menitahkan seorang anak kampret itu untuk mengambil uang kontrakan yg di bilangan tangerang untuk biaya berobat beliau di kampung halaman. Demi bakti kepada beliau, walau hujan deras anak kampret itu melaju mengendarai kuda tungganannya menembus hujan.
Singkat cerita, dia sampai di TKP dengan uang sudah berada di tangan si anak kampret itu, tiba-tiba ada pesan singkat dari seorang kawan yang berada di bojong gede untuk datang ke tempat dia, kebetulan ada teman lainnya yang juga datang, Reunian ceritanya. Basa-basi sedikit dengan seluruh penghuni kontrakan, si anak kampret itu segera pamit. saat itu waktu sudah menunjukan pukul 21:dikit. Seorang kawan kembali menghubungi. Sebetulnya sudah lelah, tapi demi menghargai teman, kebetulan juga ingin kumpul-kumpul bareng, akhirnya si anak kampret itu menyanggupi untuk datang.
Untungnya, masih ada KRL AC ekonomi khusus malam jam 22.30 dari kota (Sta.Beos) menuju bogor, si anak kampret membeli karcis di sta. tebet, selang beberapa menit, KRL yang ditunggu tiba, dan si anak kampret masuk kedalam kerumunan orang-orang yang berada di dalam gerbong-gerbong KRL itu. Singkat cerita, si anak kampret menginap dengan teman-temannya di seorang kawan di bojong gede. Hari sabtunya, lagi-lagi HP sonek kembali menjerit berkali-kali. Pertama dari Ibu yang menanyakan kapan pulang kampungnya?! si anak kampret kembali mendapat pesan singkat, kali ini dari penyelenggara pendidikan Cisco bahwa pendirikan akan dimulai hari senin untuk informasi selanjutnya silahkan lihat di email anda. Dalam benak si anak kampret, kepulangannya akan menjadi singkat, karena hari seninnya sudah ditunggu jadwal dadakan ini.
Sabtu siang, si anak kampret pamit pulang ke jakarta di bilangan jakarta selatan untuk bersiap-siap pulang kampung. Pas sampai di tebet, waktu telah menujukan jam 16.10. Padahal si anak kampret musti pulang dulu, kemudian menuju st. jatinegara untuk beli karcis tegal arum dengan jadwal keberangkatan 16.30. Namun sial, sampai di tempat tinggalnya waktu telah menujukan pukul 16.45. Akhirnya memutuskan untuk naik bus di terminal lebak bulus. Kesialan tidak berhenti sampai disini, lagi2 tertahan di jalan, saat itu kebetulan ada kampanye Capres #2 di senayan yang menyebabkan jalan menjadi macet dimana-mana. Sesampainya di lebak bulus, bus jurusan kota si anak kampret sudah tidak ada, kebetulan malam itu banyak yang mudik, entah karena ingin ikut pemilihan Capres di kampung halaman atau memang musim libur sekolah akan usai, yang jelas bis jurusan Jkt-Brebes-tegal dan konco2nya tidak tampak. Demi keinginan untuk pulang kampung yang sudah berkobar-kobar, si anak kampret itu mengambil ininsiatif untuk cabut ke pondok labu, terminal bayangan!
Lagi-lagi kesialan tidak berhenti sampai di sini, sepanjang perjalanan menuju pondok labu dari lebak bulus macet total! rasa lelah yang luar biasa berakibat jengkel yang siap meledak. Deuh Gusti Alloh, jangan sampai rasa jengkel si anak kampret ditimpakan ke orang-orang sekelilingnya. Dan semoga segala lelahnya tertebus dengan mendapatkan bis yang diinginkan si anak kampret, dan mendapatkan kursi untuk melepas kepenatannya.
Daaaaannn!!!! sampainya di sana, betul saja, walau bis tujuan si anak kampret itu memang ada bahkan ada 3 unit bis, namun bis yang diharap-harapkan itu sirna, bis telah penuh sesak (bahkan ada yang berdiri) dengan para penumpang yang sudah memesan tiket dari kemarin. Deuuuh nasibmu nak…nak…!!!
DIarsipkan di bawah: Pisuhan, Uncategorized















kasihan si anak kelelawar, jadi makan serangga dong….
Kasihan bgt sich hduplu pret2,,mampus aja loe,,daripada hdup susah mulu,,ato g tobat aja dulu,,biar dosaloe diampunin ma allah,, bye2,,