Apa Bedanya WWE dengan IPDN

Ketika acara WWE smack down yang mempertontonkan kekerasan dalam aksi-aksinya (walau dengan trik), tetap saja memiliki efek negatif terhadap penonton khususnya anak-anak. Bagaimana kita dapat melihat banyak anak-anak yang meniru gerak dan gaya penggulat itu . Dan ketika anak-anak juga menjadi korban dari acara ini, tibul suara-suara yang menuntut untuk meniadakan acara ini oleh stasiun televisi milik swasta Lativi. Alhasil acara ini ditarik dari program acara stasiun televisi tersebut.

Lalu bagaimana dengan IPDN?! Setali tiga uang. Tidak ada bedanya dengan acara gulat liar smack down. Dengan mata telanjang kita bisa menyaksikan video kekerasan dan kebrutalan di IPDN. Muncul reaksi dari masyarakat untuk membubarkan IPDN atas aksi kekerasan senior dengan dalih pembinaan yang justru menimbulkan korban jiwa.

Pertanyaan kita semua, bagaimana mungkin institut yang merupakan perguruan tinggi ini justru mencetak generasi2 yang sakit?! kelak mereka akan menjadi birokrasi di negeri kita, apakah kita mau menerima bila birokrasi kita diisi oleh preman2 yang jiwanya sakit itu?! Cukup sudah, jangan ada lagi premanisme di lingkungan birokrasi jika kita ingin memperbaiki birokrasi di negeri ini yang sudah terkenal paling bobrok di asia tenggara.

Bila kita bisa menghentikan acara smack down, kenapa kita tidak bisa membubarkan IPDN? jangan lagi menghambur-hamburkan uang rakyat yang 150 milyar lebih pertahun untuk mencetak generasi yang sakit.

Walau agak pesimis setelah mendegarkan ucapan orang #1 di negeri ini yang yang menyatakan tidak akan membubarkan IPDN. Tidak kah Bapak presiden mendengarkan suara-suara kami? Alasan apa lagi yang Bapak Presiden pakai untuk tetap mempertahankannya? Maaf Bapak presiden jika saya selaku warga negara Indonesia yang tercoreng wajah kami oleh prilaku brutal dan tidak berprikemanusiaan ini akan membakar diktat2 pancasila, IBD, ISD, dan IAD kami sebagai simbol perlawanan. Percuma jika kami harus mempelajarinya, sementara di Jatinangor sana yg notabene dibiayai oleh uang rakyat justu nilai2 kemanusiaan, moralitas, dan akhlak justru dikangkangi dan dijungkir balikan.

19 Tanggapan

  1. iya neeh pesimis tapi ya di cobalah

  2. hati saya bergetar mas, waktu baca paragraf terakhir.
    betul ya, nilai2 pancasila tidak mereka terapkan sama seklai, kok bisa2nya ngaku putra-putri terbaik bangsa.

    yah, semoga pemerintah bisa lebih arif dan mendengar aspirasi kita.

  3. salam kenal
    jelas ada bedanya wwe dan ipdn
    wwe itu dah puluhan taun jalan, yang mati lebih dikit dari 37 :) , itupun karena kecelakaan (owen hart) atau penyakit internal bukan karena gulat (eddy guererro)

  4. pertamax.. tapi saya kok heran, di friendster mereka, banyak yang merasa seolah tak berdosa.. sakit jiwa banget lah!

  5. @Evy
    Iya bu Dokter…Tetap optimis. Kumandangkan suara2 kebenaran dan keadilan atas nama kemanusiaan.

    @antobilang
    Semoga saja pemerintah mau mendengarkan aspirasi blogger Indonesia. khususnya masyarakat yang hati nuraninya terlukai oleh ulah mereka di IPDN. Jangan mengaku-ngaku sebagai putra-putri terbaik bangsa jika prilaku mereka justu mencoreng bangsa yang sudah dicap sbg negara teroris oleh dunia luar. Justru prilaku kekerasan dan kebrutalan akan dijadikan pembenaran atas opini dunia internasional bahwa negeri kita adalah sarang teroris. Semoga saja kekhawatiran saya ini salah.

    @lambertz
    Salam kenal juga kang lambertz, he..he..he…iya deng ada bedanya, kalau WWE karena murni kecelakaan dan penyakit internal, tapi di IPDN murni dicelakakan dan penyakit internal yang dibikin-bikin penyakit liver katanya.

    @grandiosa12
    Betul kang, mereka benar2 sakit jiwa. setuju bila mereka dikirim ke grogol?! :lol:

    Aduuuh…maaf kang roffi, aprovenya terbalik, sortingannya model ascending. yang seharusnya kang roffi duluan malah diaprove belakangan. Maaf atas keteledorannya…Ampuun.

    (***kabur sebelum ditimpuk kang roffi :lol: ***)

  6. kalo petisinya udah jadi, ikut sumbang suara ya, mas? jangan lupa tolong sebarkan ke komunitas anda. thx :)

  7. Salah kenal Su ‘Genk’ Yi ^^

    Beda WWE dengan IPDN?
    WWE memakai sedikit trik, kalau IPDN kan murni. Murni formalin pula. ^^;

    Heran ya, pemerintah wanti-wanti ingin menghentikan acara kekerasan di TV, tapi kekerasan yang nyata malah dibiarkan. Ahhh…

  8. @venus
    Siaaap….laksanakan!!! akan saya sebarkan lewat berbagai milis dimana saya ikut bergabung. Jangan lama2 ya mbo venus :-)

  9. penyakit liver?
    hahahaha
    yayaya
    boleh juga mereka
    tapi kok ketauan?
    wah teknik mereka ga sip nih

  10. lambrtz
    He..he..he…Betul kang Lamb, Kebohongan yang satu ditutupi kebohongan-kebohongan lainnya sama halnya kebusukan yg ditumpuk-tumpuk yak TPA bantar gebang. Baunya makin menyengat kuakakkakkkk… :lol: (maaf izin utk. ngakakak).

  11. Permohonan ma’af saya utk shan-in Lee karena komentarnya terperangkap mbah aksimet :cry: . Waduh mbah aksimet, kalo nangkep mbo ya konfirmasi dulu ke saya :lol:

    serius neh Kayaknya pemerintah mo pake metode standar ganda kali ya?! ga ngarti deh maunya pemerintah, wong ndeso yak saya malah dibikin bingung.

  12. Kasihan para IPDNmania, Mungkin mereka juga calon WWE yang tak kesampaian, makanya mereka mempraktekkan itu semua…

  13. cm beda tempat aja boz. ;)

  14. @CyberPhanna
    Salah pengasuhan jurusan ya huakakkkk…. :lol:

    @Moci Arane
    Harajuku :-) , salah tempat juga salah asuhan…. :lol:

  15. wah….
    emang dulu masuk IPDN pake otak ya sampe ngaku yg terbaik sagala….

    enak aja mau menggeser posisi ITB sbg tempat kuliahnya putra-putri terbaik bangsa….

    dulu ada temen2 SMA gw yg TINGGAL KELAS karena nakal n malas bin goblok…eh, pas lulus SMA kok mereka pada berhasil masuk STPDN, teman2 ku bilang itu karena bokap2 mereka yg jadi pejabat di pemda….wah…kebayang kan kualitasnya kayak apa…

  16. IPDN…… Ikatan pendekar DI nusantara kere(n) kan

  17. @andi rena
    Huakakkakkkk….mbo ya jangan bawa-bawa istilah kere….saya juga kere, tapi emoh disamain sama praja-praja senior itu. :lol:

  18. @rusle
    He..he….Kualitasnya sama dengan kepalan tangan senior-senior itu. Ga ada unsur kualitasnya babar blas. :lol:

  19. nila setitik merusak susu sebelanga… saya sangat kasihan dengan mental orang2x yang mencela IPDN. jangan ragukan loyalitas kami dan kualitas kami. kalo ada kesalahan, pasti cuma 1,2 orang, jangan salahkan semua. memangnya almamter saudara semua terhindar dari narkoba, sex, dan kekersan?? Saya ragukan 99 %!!!! buat rusle, teman saya yang paling idiot pun sekarang kuliah di ITB, bagaimana tuh? jelaskan dong!! bapak saya pas-pasan, BUKAN PEJABAT!!! tapi saya lulus masuk IPDN, jadi jangan samakan semua orang YAHHH!!!! Banyak pemimpin negara sekarang yang Bobrok, korupsi, mental jelek, itu dari kampus mana??? coba di cek!! setahu saya yang dr IPDN blm ada!!! betul kan? jangan-jangan pejabat negara itu dari almamater anda sekalian jadi Ngaca dulu!!

    Yang Punya Blog berkata :
    Wuaduh, mas..mas…anda sedang curhat ya?! Tolong dibaca sekali lagi postingannya ya, postingan saya mengenai budaya kekerasaan di IPDN dua taon silam yang dilakukan senior kepada juniornya, dan terjadinya di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat untuk belajar. mengenai budaya lain2nya yang anda sebutkan, memang tidak ada sesuatu yang sempurna, tapi toh jangan disalahkan almamater, tergantung dari individu masing-masing. Karena tidak terjadi di lingkungan kampus. tidak bisa diperbandingkan dengan budaya kekerasaan di IPDN yang terjadi saat itu di lingkungan kampus ***masih bisa diterima khan alasannya?***
    mengenai pejabat bermental bobrok, korup, dsb…sepertinya anda salah saluran mas, silahkan curhat dengan departemen yang punya wewenang. punya bukti tidak?! ya silahkan adukan saja, bukan sekedar koar-koar di tempat yang tidak semestinya. Btw numpang tanya mas, sejak kapan alamat email jadi alamat situs mas?!
    :D

Tinggalkan Balasan